Sepakbola Tiongkok

Rencana Besar Tiongkok Di Dunia Sepakbola

Pada akhir tahun 2017 lalu, situs AGEN JUDI BOLA Indonesia memberitakan Shanghai Shenhua secara resmi mendatangkan Oscar dari Chelsea. Gelandang serang Internasional Brasil itu didatangkan dengan mahar yang mencapai €70 juta. Sehingga menjadikan Oscar sebagai pemain termahal dalam sejarah Liga Super Tiongkok (CSL). Tidak sampai satu tahun, rekor transfer terbesar di CSL terpecahkan, sebelumnya dipegang oleh rekan senagaranya Hulk.

Oscar Shanghai Shenhua
Oscar menjadi pemain termahal dalam sejarah Liga Super Tiongkok (gambar dari: situs bandar bola terpercaya)

Memperhatikan perkembangan yang ditunjukkan oleh Tiongkok dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini, fenomena dalam mendatangkan pemain-pemain top Eropa dengan harga tinggi saat ini sudah dibilang wajar.

Para konglomerat asal Negeri Tirai Bambu perlahan mulai mengambil saham beberapa klub besar Eropa dan mereka rela mengeluarkan dana besar. Di liga domestik mereka sendiri, para pemain bintang dengan harga mahal pun secara bergantian datang.

Pada bulan Januari 2016 lalu, Ramires resmi menjadi pemain termahal yang berkancah di CSL. Setelah gelandang bertahan Brasil itu ditransfer dari The Blues dengan mahar sebesar €28 juta oleh Jiangsu Suning. Hanya sebulan berselang, rekor terbesar itu langsung terpecahkan oleh kedatangan dua pemain bintang yang hadir secara bersamaan. Adalah Jackson Martinez dan Alex Teixeira.

Jackson Martinez direkrut oleh agen bola terpercaya dari raksasa La Liga Spanyol Atletico Madrid dengan harga transfer yang mencapai €42 juta. Sementara Alex Teixeira dari Shakhtar Donetsk dihargai €50 juta.

Coba lihat di pertandingan liga champions yang akan datang,

Motivasi terbesar bagi para pemain Real Madrid dan Liverpool akhir pekan nanti adalah mengangkat trofi Liga Champions. Situs judi Agen BOLA Indonesia memberitakan bahwa Sebuah kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa. Namun, bonus yang bernilai fantastis juga tidak boleh dikesampingkan.

Los Blancos dan The Reds akan saling berhadapan di laga bertajuk final Liga Champions musim 2017/2018 di Stadion Olimpiade Kiev, Ukraina pada hari Rabu, 12 September 2018 dini hari WIB mendatang. Kedua tim tentu memiliki ambisi besar masing-masing.

Dari kubu Madrid, laga akhir pekan nanti akan menjadi final UCL yang ketiga kalinya secara beruntun. Dimana dua edisi sebelumnya mampu mereka menangkan. Mengandaskan perlawanan rival sekota, Atletico Madrid musim 2015/2016 dan Juventus di tahun lalu.

Catatan tersebut pun menjadikan El Real sebagai tim pertama di format baru yang mampu meraih juara dua musim secara beruntun. Ini juga semakin menegaskan bahwa mereka adalah raja Eropa di turnamen ini dengan secara total telah mengemas 12 trofi.

Pada bursa transfer musim panas 2016, Hulk hadir dari Zenit St Petersburg dan bergabung ke Shanghai. Penyerang yang memiliki postur badan besar itu ditebus dengan harga €55,8 juta. Dan menjadikannya sebagai pemain termahal sepanjang sejarah CSL. Namun ternyata, rekor itu kembali terpecahkan berkat kehadiran Oscar dari Chelsea.

Rekor transfer Chinese Super League pecah sebanyak lima kali yang hanya dalam kurung waktu satu tahun. Tentunya catatan itu sangat luar biasa. Pasalnya, rekor transfer di Eropa pada umumnya bertahan hingga lima bahkan sepuluh tahun.

Tiongkok Menguasai Sepakbola Dunia

Transfer-transfer besar itu bukan hanya untuk mempertegas kekayaan para investor asal Tiongkok. Tetapi juga memiliki ambisi untuk menjadi juara. Hal itu terbukti dengan Guangzhou Evergrande yang berhasil menjuarai kancah Liga Champions AFC . Adalah kompetisi antarklub benua Asia. Tidak hanya Guangzhou, Shandong Luneng dan Shanghai secara perlahan mulai menunjukkan ambisi mereka di kancah kompetisi Asia.

Sepakbola Tiongkok
Rencana besar Tiongkok dalam dunia sepakbola

Adapun sejumlah transfer fantastis tersebut merupakan bagian kecil dari rencana besar Tiongkok di dunia sepakbola. Sejumlah konglomerat beserta pemerintah bahkan hingga federasi sepakbola telah menyusun suatu rencana yang dapat dibilang lebih besar. Yakni menguasai sepakbola dunia.

Hal itu bukanlah hanya sekedar sarkasme. Pada tahun lalu, federasi tertinggi sepakbola Tiongkok telah merilis 50 poin penting yang mengungkapkan mengenai rancangan transformasi kultur sepakbola. Dalam rilisan tersebut terdapat beberapa detail tentang pengembangan dan reformasi sepakbola.

Tidak hanya sekedar mendatangkan para pemain bintang asal Eropa, namun sepakbola Tiongkok juga memiliki rencana dalam membangun sebuah sistem manajemen yang lebih profesional dan kredibel. Bahkan hingga ke tahap menanamkan budaya sepakbola di dalam masyarakat.

Revolusi Tiongkok Merambah Hingga Eropa

Selain mendatangkan para pemain bintang untuk revolusi sepakbola Tiongkok. Ternyata mereka juga melakukan revolusi di Eropa. Bahkan, Presiden Tiongkok Xi Jinping pun turut ambil dalam rencana besar itu. Ia bahkan hingga rela terbang ke Eropa guna memenuhi ambisinya.

Xi Jinping
Xi Jinping sang presiden Tiongkok pun ambil bagian dalam ambisi besar sepakbola Tiongkok

Faktanya, sejumlah klub besar Eropa saat ini mulai dimiliki oleh beberapa investor Tiongkok. Tentunya pergerakan itu membuktikan bahwa Tiongkok telah berusaha untuk menyelipkan diri dalam market sepakbola Eropa. Dengan tujuan utama untuk mempelajari bagaimana sistem pasa di dunia sepakbola Eropa. Terkhusus di bidang komersial.

Sepakbola Tiongkok

Bocor! Ternyata Dari Sini Klub Tiongkok Dapatkan Uang

Dalam beberapa tahun terakhir ini, perhatian para penikmat sepakbola di seluruh dunia tertuju pada sepakbola Tiongkok. Klub-klub di Negeri Panda tersebut begitu berani untuk mengeluarkan dana yang terbilang besar untuk mendatangkan para pemain berkelas dari Eropa. Bahkan mereka juga berani membayar gaji pesepakbola berkelas dengan nominal yang tak masuk akal. Gaji-gaji yang diterima para pemain juga terbilang tidak bisa diterima oleh nalar.

Sepakbola Tiongkok
Sepakbola Tiongkok

Beberapa klub Tiongkok dapat dengan mudahnya untuk mengeluarkan sejumlah dana demi mendapatkan pesepakbola incarannya. Tidak hanya sekali mereka mengelontorkan dana besar, tetapi berulang kali. Mereka itu seperti memiliki pohon uang yang akan selalu menghasilkan uang yang jumlahnya tidak terbatas. Dan mereka dapat memetik uangnya kapan pun mereka ingin.

Tim-tim sepakbola asal Tiongkok sekarang ini tidak merasa minder ketika mereka harus bersaing dengan kesebelasan-kesebelasan top Eropa dalam mendatangkan pesepakbola kelas dunia. Tentu saja, hal itu karena mereka memiliki dana yang tidak terbatas. Bahkan dapat dibilang bahwa keuangan mereka melebihi beberapa tim Eropa.

Akan tetapi, dari fenomena sepakbola Cina itu muncul sejumlah pertanyaan besar di benak para pencinta sepakbola, salah satunya yakni: “Dari mana asal uang-uang berjumlah besar yang dimiliki oleh mereka?, dan “Seperti apa kompetisi demostik Negeri Panda itu?”.

Ternyata Hal Ini Yang Membuat Sepakbola Tiongkok Bangkit

Sepakbola Tiongkok sejatinya tidak seperti sekarang ini yang bergemilangan uang. Terdapat proses yang sangat panjang hingga mencapai seperti sekarang ini. Perlu diketahui bahwa sepakbola Negeri Tirai Bambu pernah berada di titik nadir. Mereka terpaksa harus ditinggalkan oleh masyarakat Tiongkok yang sejatinya fanatik akan sepakbola.

Sepakbola Tiongkok
Masyarakat kembali mencintai Sepakbola Tiongkok

Hal yang membuat masyarakat Cina meninggalkan sepakbola mereka sendiri adalah karena mereka sudah merasa muak akan berbagai kemunafikan sepakbola di negeri sendiri. Adapun kemunafikan itu berupa kasus pengaturan skor dan korupsi.

Awal abad ke-21 merupakan waktu yang membuat sepakbola Tiongkok benar-benar dihujani oleh berbagai kasus, mulai dari pengaturan skor hingga paling buruk adalah kasus korupsi. Semua elemen sepakbola di Tiongkok terlibat, baik itu sang pengadil lapangan (wasit), pemain, petinggi klub dan bahkan pemimpin otoritas tertinggi sepakbola Cina.

Hingga di akhir tahun 2009, berdirilah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memberantas berbagai kasus yang membuat masyarakat meninggalkan sepakbolanya sendiri. Gerakan ini memiliki prinsip utama yakni kelicikan itu harus dibalas dengan kelicikan.

Mereka secara sembunyi-sembunyi melakukan penangkapan para pelaku yang terlibat skandal pengaturan skor dan korupsi sepakbola. Dari orang-orang yang berhasil mereka tangkap itu, mereka memaksa itu menyebutkan nama-nama lainnya yang juga terlibat. Media setempat juga membantu gerakan ini dengan secara langsung menayangkan pengakuan para pelaku.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping yang juga merupakan seorang pencinta sepakbola, memerintahkan lembaga pemberantas korupsi untuk menyelidiki berbagai skandal korupsi dan pengaturan skor. Hasilnya, lebih dari 50 orang terbukti salah dan dihukum dengan hukuman seumur hidup tidak boleh aktif di dunia sepakbola.

Uang Klub Tiongkok Berasal Dari Sini

Setelah berhasil membersihkan pelaku-pelaku kasus korupsi dan pengaturan skor, mulailah sepakbola Tiongkok membaik. Dengan semakin menguatnya perekonomian Tiongkok di dunia dan didukung dengan pemerintah setempat, membuat beberapa konglomerat tidak ragu untuk melakukan investasi besar-besaran ke klub-klub Ti0ngkok.

Sepakbola Tiongkok
Para konglomerat Tiongkok berani melakukan investasi besar-besaran di dunia sepakbola

Hal itu terbukti dengan banyaknya perusahaan Tiongkok yang mengakuisisi tim-tim Tiongkok. Seperti diantaranya Alibaba dan Evergrande Group yang mengakuisisi Guangzhou Evergrande, Greenland Holdings mengakuisisi Shanghai Greenland Shenhua dan Suning Group mengakuisisi Jiangsu Suning.